Hardi Wyn

What You See Is What You Get #sharing itu Indah

MONITOR

Tinggalkan komentar

PENGERTIAN MONITOR

Monitor merupakan periferal yang terbentuk dari serangkaian sirkuit elektronik, display panel, dan enclosure. Dari tiga elemen pembentuk utama monitor tersebut, unit display panel merupakan jantung utama monitor karena memiliki fungsi utama untuk menghasilkan output gambar. Monitor merupakan komponen output yang digunakan untuk menampilkan teks, grafik atau gambar ke layar sehingga dapat dinikmati oleh pemakai. Agar monitor dapat menampilkan teks, grafik dan gambar, maka monitor harus dihubungkan dengan Video Graphic Adapter (VGA) Card. Monitor merupakan interface terpenting yang menghubungkan manusia dan PC. Pada saat komputer pertama beroperasi pada tahun 1938, monitor sudah berusia 83 tahun. Pengembangannya masih tetap berlangsung sampai saat ini. Faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih monitor adalah:

1. Ukuran yang tepat

Monitor muncul dalam berbagai ukuran dari ukuran diagonal 14”, 15” sampai 42”. Semakin besar monitor semakin tinggi harganya. Ukuran monitor yang paling umum adalah 14”, 15”,17”, dan 19”. Namun, ukuran diagonal sering kali tidak mewakili ukuran gambar sebenarnya yang ditampilkan oleh layar, tetapi hanya ukuran tabungnya.

2. Resolusi

Resolusi adalah jumlah detail yang bisa diberikan oleh sebuah monitor. Kuantitas ini dinyatakan dalam jumlah elemen gambar horizontal, vertical atau pixel yang terdapat pada layar. Semakin besar jumlah pixel, semakin besar gambarnya. Piksel adalah suatu titik terkecil dari suatu grafis. Titik-titik ini akan terlihat ketika akan memperbesar suatu gambar dengan kelipatan beberapa kali lipat. Jadi, jika monitor memiliki jumlah piksel 800X600 piksel, maka monitor tersebut memiliki 800 baris dan 600 kolom piksel. Kebutuhan resolusi tergantung pada aplikasinya. Aplikasi berbasis karakter (seperti program command-line DOS) memerlukan resolusi rendah, sedangkan aplikasi grafis intensif memerlukan resolusi tinggi. Ada berbagai standar resolusi untuk monitor yang umum digunakan :

  1. CGA (Color Graphic Adapter), memiliki resolusi 320×200 piksel. Pertama kali muncul tahun 1981.
  2. EGA (Enhance Graphic Adapter) , memiliki resolusi 640×350 piksel. Muncul pada tahun 1984
  3. VGA (Video Graphic Adapter), Muncul tahun 1987.
  4. SVGA (Super Video Graphic Array), memiliki resolusi 800×600 piksel.
  5. XGA (Extended Graphic Array), memiliki resolusi 1024×768.
  6. SXGA (Super Extended Graphic Array), memiliki resolusi 1280×1024 piksel.
  7. UXGA (Ultra Extended Graphic Array), memiliki resolusi 1600×1200 piksel. Biasanya terdapat di monitor dengan ukuran 21”.

3. Dot Pitch (CRT)

Spesifikasi lain yang menunjukkan kwalitas sebuah monitor adalah Dot Pitch-nya, yang dikendalikan oleh desain shadow mask atau pemanas celah dalam monitor. shadow mask adalah sebuah plat logam yang ada pada bagian depan tabung, disebelah lapisan fosfor, plat ini memiliki ribuan lubang yang digunakan untuk membantu memfokuskan sorotan dari tiap electron gun sehingga hanya mengemulsikan/memendarkan titik (dot) fosfor berwarna yang tepat pada satu waktu. Karena kecepatan penulisan ulang layar 60-80 kali per detik, maka semua titik kelihatan berpendar pada waktu yang bersamaan. Mask (pembungkus) tersebut mencegah electron gun mengemulsikan titik yang salah. Dot pitch tidak menjadi persoalan pada panel tampilan portable atau desktop LCD karena desainnya menggunakan transistor dan bukan triadfosfor.

4. Brightness dan Kontras Gambar (Panel LCD)

Meskipun tampilan monitor remang-remang, hampir dapat dipastikan bahwa itu merupakan tanda-tanda control brightness yang tidak tepat atau nyaris mati. Brightness pada panel monitor sangat bervariasi dari satu model ke model lain. Nilai yang umumuntuk panel analog dan digital berkisar mulai dari dibawah 100 sampai sebesar 250 nit (ukuran dalam jendela per meter persegi).

5. Energy dan keamanan

Semua peralatan computer yang mengkonsumsi power telah dirancang untuk hemat energy selama bertahun-tahun. Fitur power management pada monitor, seperti control yang disediakan pada BIOS system dan versi terahir windows, membantu monitor dan peralatan computer lainnya untuk menggunakan power lebih sedikit.

6. Kontrol

Kebanyakan monitor yang baru menggunakan control digital untuk menggantikan control analog.

 

SEJARAH MONITOR

Tahap perkembangan monitor computer yang digunakan saat ini sebenarnya terbagi dua fase. Fase pertama pada tahun 1855 ditandai dengan penemuan tabung sinar katoda oleh ilmuwan dari Jerman, Heinrich Geißler. Heinrich Geißler merupakan bapak dari monitor tabung. Lalu 33 tahun kemudian, ahli kimia asal Austria, Friedrich Reinitzer, meletakkan dasar pengembangan teknologi LCD dengan menemukan kristal cairan. Teknologi tabung sejak awalnya memang dikembangkan untuk merealisasikan monitor. Namun, Kristal cairan masih menjadi fenomena kimiawi selama 80 tahun berikutnya. Saat itu, tampilan atau frame rate pun belum terpikirkan. Selama ini, banyak yang menganggap bahwa Karl Ferdinand Braun sebagai penemu tabung sinar katoda. Sebenarnya, Karl Ferdinand Braun merupakan pembuat aplikasi pertama untuk tabung, yaitu osiloskop pada tahun 1897. Perangkat inilah yang menjadi basis pengembangan perangkat lain, seperti televisi atau layar radar. Pada tahun yang sama, Joseph John Thomson menemukan elektron, yang mempercepat pengembangan teknik tabung.

Monitor CRT pertama (Cathode Ray Tube) dikembangkan untuk menerima siaran televisi. Milestone-nya adalah tabung televisi pertama dari Wladimir Kosma Zworykin(1929), full electronic frame rate dari Manfred von Ardenne (1930), dan pengembangan tabung sinar katoda pertama yang dapat direproduksi oleh Allen B. Du Mont (1931).Pada generasi awal komputer, belum menggunakan monitor khusus seperti sekarang ini. Komputer waktu itu terhubung dengan TV keluarga sebagai layar penampil dari pengolahan data yang dilakukannya. Yang cukup menjadi masalah adalah bahwa resolusi monitor TV saat itu hanya mampu menampilkan 40 karakter secara horisontal pada layar. Monitor khusus untuk komputer dikeluarkan oleh IBM PC, yang pada awalnya memiliki resolusi 80X25 dengan kemampuan warna green monochrome. Monitor ini sudah mampu menampilkan hasil yang lebih terang, jelas dan lebih stabil. Pada generasi berikutnya muncul mono graphics (MGA/MDA) yang memiliki 720×350. Selanjutnya di awal tahun 1980-an muncul jenis monitor CGA dengan range resolusi dari 160×200 sampai 640×200 dan kemampuan warna antara 2 sampai 16 warna. Monitor EGA muncul dengan resolusi yang lebih bagus yaitu 640×350. Monitor jenis ini cukup stabil sampai berikutnya munculnya generasi komputer Windows.

Semua jenis monitor ini menggunakan digital video – TTL signals dengan discrete number yang spesifik untuk mengatur warna dan intensitas cahaya. Antara video adapter dan monitor memiliki 2, 4, 16, atau 64 warna tergantung standard grafik yang dimiliki. Selanjutnya dengan diperkenalkannya standard monitor VGA, tampilan grafis dari sebuah Personal Computer menjadi nyata. VGA dan generasi-generasi yang berhasil sesudahnya seperti PGA, XGA, atau SVGA merupakan standard analog video dengan sinyal R (Red), G (Green) dan B (Blue) dengan continuous voltage dan continuous range pada pewarnaan. Secara prinsip analog monitor memungkinkan penggunaan full color dengan intensitas yang tinggi. Generasi monitor terbaru adalah teknologi LCD yang tidak lagi menggunakan tabung elektron CRT tetapi menggunakan sejenis Kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang tinggi.

 

JENIS- JENIS MONITOR

Dengan perkembangannya yang sangat pesat, saat ini terdapat 4 jenis monitor. Keempat jenis tersebut adalah CRT (Cathode Ray Tube), Liquid Crystal Display (LCD), Plasma dan LED (Light Emitting Diode).

1. Cathode Ray Tube (CRT)

Teknologi Tabung Brown (CRT Display) ditemukan pada tahun 1897, akan tetapi teknologi ini baru diadopsi sebagai penerima siaran televisi pada tahun 1926. Sejarah penemuan teknologi CRT sudah lebih dari 100 tahun dan memiliki kualitas gambar yang sangat bagus. Pada monitor CRT, layar penampil yang digunakan berupa tabung sinar katoda. Teknologi ini memunculkan tampilan pada monitor dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk sisi gelap. Teknologi CRT merupakan teknologi termurah dibanding dengan kedua teknologi yang lain. Meski demikian resolusi yang dihasilkan sudah cukup baik untuk berbagai keperluan. Hanya saja energi listrik yang dibutuhkan cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat.

Komponen Monitor CRT :

  1. CRT neck board merupaka tabung sinar katoda yang terdapat pada monitor.
  2. Deflection Yoke berfungsi untuk memfokuskan dan mengarahkan berkas electron yang ditembakkan oleh senapan electron yang berada dibagian belakang tabung sinar katoda. Deflection yoke memakai medan elektromagnetik untuk membelokkan lintasan berkas electron
  3. HV CRT Connector berfungsi untuk menghubungkan kabel HV CRT ke DAG coating.
  4. Power Connector berfungsi menghubungkan monitor dengan sumber daya.
  5. SVGA Connector merupakan konektor yang berfungsi menghubungkan monitor dengan konnector VGA yang terdapat pada computer.

2. Liquid Crystal Display (LCD) atau Flat Display Panel (FDP)

Liquid Crystal Display (LCD) merupakan sebuah teknologi layar digital yang menghasilkan citra pada sebuah permukaan yang rata (flat) dengan memberi sinar pada kristal cair dan filter berwarna. Telah lama dipakai sebagai layar untuk laptop, komputer desktop juga telah mulai menggunakan monitor yang memakai teknologi LCD ini. LCD memiliki banyak kelebihan dibanding monitor CRT. Mereka mampu menampilkan teks yang jernih dan tidak ada flicker, yang berarti mengurangi kelelahan mata. Karena tebalnya kurang dari 10 inci (± 25 cm), monitor LCD untuk desktop mengambil ruang yang lebih kecil dibanding monitor CRT. Kekurangannya kualitas warna layar LCD tidak dapat dibandingkan dengan monitor CRT, dan harganya yang mahal membuatnya tak terjangkau bagi kebanyakan orang. Ditemukan tahun 1888, kristal cair merupakan cairan kimia yang molekul-molekulnya dapat diatur sedemikian rupa bila diberi medan elektrik seperti molekul-molekul metal bila diberi medan magnet. Bila diatur dengan benar, sinar dapat melewati kristal cair tersebut. Baik untuk layar laptop atau desktop, sebuah layar LCD terdiri atas banyak lapisan, istilahnya adalah “sandwich“. Monitor LCD tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis Kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer-komputer portabel.

Kelebihan yang lain dari monitor LCD adalah adanya brightness ratio yang telah menyentuh angka 350. Brigtness ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang. Liquid Crystal Display menggunakan Kristal liquid yang dapat berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti Kristal yang ditemukan oleh pakar Botani Austria – Rjeinitzer tahun 1888. Dengan menyorotkan sinar melalui kristal cair, intensitas sinar yang keluar dapat dikendalikan secara elektrik sehingga dapat membentuk panel-panel datar. Lapisan-lapisan dalam sebuah LCD:

a. Polaroid belakang

b. Elektroda belakang

c. Plat kaca belakang

d. Kristal Cair

e. Plat kaca depan

f. Elektroda depan

g. Polaroid depan

Elektroda dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi. Dari sisi harga, monitor LCD memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan monitor CRT. Dan beberapa kelemahan yang masih dimilikinya seperti kurang mampu digunakan untuk bekerja dalam berbagai resolusi, seperti misalnya monitor dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640X420. Tetapi akhir-akhir ini kelemahan tersebut sudah mulai di atasi dengan teknik anti aliasing.

3. Plasma

Plasma Monitor adalah teknologi yang menggunakan gas neon/xenon yang diapit dua lapisan pelat kaca. Kejutan listrik dimasukkan kelapisan gas, yang langsung memberi reaksi berupa penciptaan elemen gambar (disebut sebagai piksel). Proses penciptaan gambar dilakukan langsung, tanpa diurai pakai proses lain seperti CRT atau RPTV. Tentu ini membuat kualitas gambar juga jadi lebih bagus.

 

4.  LED (Light Emitting Diode)

LED adalah dioda yang dapat mengeluarkan cahaya. Karena kemampuannya itu maka LED lebih sering dipakai sebagai indikator dalam suatu alat. Di dalam LED terdapat sejumlah zat kimia yang akan mengeluarkan cahaya jika elektron-elektron melewatinya. Dengan mengganti zat kimia ini, kita dapat mengganti panjang gelombang cahaya yang dipancarkan, seperti infrared, hijau/biru/merah dan ultraviolet.

 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Setiap monitor memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Disini akan dibahas tentang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing monitor.

1. Cathode Ray Tube (CRT)

Kekurangan dari monitor CRT yaitu :

a)      CRT monitor menempati banyak ruang meja dan berat.

b)      Monitor CRT mengkonsumsi tiga kali listrik daripada LCD.

c)      Fokus di sekitar tepi luar gambar sering kurang tajam daripada di tengah.

d)     Monitor CRT tidak seterang LCD

e)      Monitor CRT menghasilkan radiasi magnetik dan elektromagnetik serta menghasilkan panas.

f)       Semakin besar display yang akan dibuat maka semakin besar pula tabung yang digunakan

g)      CRT memiliki ukuran yang berat dan body besar, terutama untuk ukuran display diatas 20″.

h)      Membutuhkan daya yang besar dan operasional suhu yang tinggi

i)        Pada sisi reproduksi gambar pada refresh rate yang rendah, efek flicker akan sangat terasa.

Kelebihan dari monitor CRT, yaitu :

a)      Tipe CRT memiliki kelebihan dalam hal High Dynamic Range ( hingga mencapai 15000:1),

b)      Harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah dibandingkan jenis monitor LCD atau Plasma.

c)      Warna mendalam dan waktu respon yang lebih baik, sehingga game, film DVD, dan acara TV mungkin terlihat lebih baik pada CRT.

d)     Sebuah CRT terlihat baik dari semua sudut pandang dibanding LCD.

e)      CRT akurat dapat menampilkan beberapa resolusi dan refresh rate.

2. Liquid Crystal Display (LCD)

Kelebihan dari monitor LCD, yaitu :

a)      Gambar pada layar LCD lebih tajam dan lebih terang dari CRT.

b)      Layar LCD tidak berkedip.

c)      Menggunakan monitor LCD tidak melelahkan mata.

d)     LCD monitor lebih hemat energi, sehingga biaya operasi yang lebih rendah.

e)      Hanya memakan sedikit ruang, rendah daya, dan panas yang dihasilkan lebih sedikit dibanding monitor CRT.

f)       Tidak ada flicker dan kedipannya sangat rendah sehingga enak dipandang berjam-jam.

g)      Kelebihan utama LCD adalah pada ukuran dimensi (compact) dan berat yang sangat rendah.

h)      Dapat diproduksi hampir untuk semua ukuran.

Kekurangan dari monitor LCD, yaitu :

a)      Cepat gambar bergerak pada LCD dapat menjadi smear.

b)      Harga monitor LCD lebih mahal daripada CRT pada posisi kualitas yang sebanding.

c)      Gambar monitor LCD hanya menampilkan hasil resolusi terbaik pada resolusi tertentu, lebih dari itu akan kurang jelas.

d)     LCD memiliki sudut pandang yang sangat terbatasi. Hal ini juga menyangkut sisi reproduksi warna , saturasi, dan brightness yang berubah-ubah meski pada sudut pandang yang paling optimal. Response time-nya rendah hingga menimbulkan ghosting artiffact, memiliki satu native resolution meski resolusi lain dimungkinkan dengan menggunakan videoscaller. Dead pixel bisa terjadi entah ketika produksi di pabrik maupun ketika pemakaian oleh user.

3. Plasma

Kelebihan dari monitor Plasma, yaitu :

a)      Display plasma hampir menyerupai kemampuan monitor CRT, dengan contrast ratio tinggi ( 10.000 : 1 ).

b)      Reproduksi warna sangat baik dan level black rendah. Hampir tidak ada response time dan sudut pandang ( viewing angle ) sangat baik.

Kekurangan dari monitor Plasma, yaitu :

a)      Memiliki ukuran pixel pitch yang besar, yang artinya memiliki resolusi rendah atau meski resolusi tinggi, ukuran monitor haruslah besar.

b)      Tipe plasma juga memiliki bobot yang sangat besar.

c)      Konsumsi daya dan operasional suhu yang tinggi.

d)     Cell plasma untuk perwakilan tiap pixel gambar hanya memiliki fungsi on/off sehingga reproduksi warna jauh lebih terbatasi lagi dibandingkan tipe CRT ataupun LCD.

4.  LED (Light Emitting Diode)

Kelebihan dari monitor LED, yaitu :

a)      Konsumsi listrik Monitor LED hemat listrik.

b)      Kualitas warna gambar seni

c)      Menghemat energy 40 persen dibandingkan televisi LCD dengan ukuran yang sama

d)     Bebas merkuri dan desain yang tipis

e)      Resolusi monitor fleksibel: Monitor LED dapat menggunakan berbagai variasi resolusi tanpa mengalami penurunan kualitas gambar.

f)       Radiasi lebih kecil: sehingga waktu berhadapan dengan layar LED dapat lebih lama karena tidak ada efek pusing/lelah yang ditimbulkan oleh radiasi.

g)      Warna lebih akurat dan tajam: Monitor LED memiliki warna yang akurat atau hampir sama dengan aslinya. Karna alasan ini lah para desainer dan editor foto lebih suka menggunakan LED dibanding LCD.

h)      Dimensi Fleksibel dan ringan: Monitor LED memiliki ukuran yang fleksibel dan ringan , sehingga cocok untuk ruangan sempit.

Kekurangan dari monitor RED, yaitu:

a)         LED memiliki harga separuh lebih mahal dibandingkan LCD

b)        Tebal LED sekitar sepertiga tebal LCD dengan ukuran yang sama

c)         Sedangkan bobotnya biasanya separuh dari LCD

 

PERAWATAN DAN PERBAIKAN MONITOR

1. Perawatan Monitor

Debu pada monitor akan membuat layar buram dan jika debu tersebut sudah menempel pada layar kemudian cara membersihkannya tidak benar dapat menggores layar monitor. Selain pada layar, debu juga dapat menutupi fentilasi udara pada monitor yang akan menimbulkan panas yang berlebihan pada monitor. Untuk kotoran cair yang masuk kedalam monitor dapat mengakibatkan kerusakan monitor.

Prosedur dalam membersihkan monitor yaitu :

  • Gunakan kuas kecil atau vacuum cleaner dengan ujumg sikat kecil untuk membersihkan debu.
  • Untuk membersihkan monitor dari kotoran cair yang menempel pada layar, gunakan cairan pembersih kemudian dilap dengan kain kering. Terutama pada bagian sudut dari layar.

2. Perbaikan Monitor

Kerusakan yang sering terjadi pada monitor yaitu :

1)      Monitor tidak mau menyala

Pada saat proses booting computer, tombol power yang terdapat pada monitor sudah ditekan tetapi monitor tetap gelap dan tidak mau menyala. Jika masalah monitor tidak mau menyala, maka prosedur yang dilakukan adalah :

  • Pastikan bahwa tombol power dalam keadaan ON
  • Jika lampu indicator tidak menyala, lihat kabel power baik pada monitor maupun yang kearah outlet listrik. Pastikan bahwa pemasangan sudah benar.
  • Apabila tetap tidak menyala, gantilah dengan kabel power lain.
  • Jika lampu indicator pada monitor hidup dan berwarna orange atau berkedip-kedip, cek kabel video yang menghubungkan monitor dengan CPU apakah sudah terpasang dengan baik dan benar. Pastikan sudah terpasang dengan benar.
  • Apabila dengan pengecekan diatas masalah ini tetap tidak teratasi berarti ada problem pada sinyal video board adapter CRT.

2)      Monitor menjadi gelap saat loading windows

Masalah lain yang bisa timbul adalah monitor menjadi gelap saat loading windows. Kemungkinan besar disebabkan karena setup driver untuk monitor tidak tepat. Yang sering terjadi adalah karena dalam keadaan ON screen display setting, setting frekuensi terlalu tinggi. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara, yaitu:

  • Lakukan booting windows dalam keadaan safe mode dengan cara menekan f8 saat computer loading windows.
  • Lakukan instalasi ulang driver VGA Card. Setelah itu pilih jenis monitor yang cocok yang akan menentukan frekuensi maksimal yang akan ditampilkan oleh windows.

3)      Ukuran tampilan tidak sesuai dengan keinginan

Masalah lain yang bisa terjadi pada monitor adalah ukuran tampilan tidak sesuai dengan keinginan. Terdapat font, ikon, menu, dan semua tampilan pada monitor yang terlalu besar atau malah terlalu kecil. Hal tersebut diatas berhubungan dengan resolusi monitor yang mungkin terlalu tinggi atau pun terlalu rendah sesuai dengan selera pengguna. Untuk mengubahnya, bisa melalui display properties. Caranya adalah:

  • Lakukan klik kanan disembarang tempat didekstop. Kemudian akan muncul beberapa menu dan pilihan properties. lalu akan muncul tampilan display properties.
  • Kemudian pilih tab setting. Ubahlah resolusi sesuai dengan keinginan dengan memperbesar ataupun memperkecil nilai yang ada dikotak screen area, kemudian klik ok. Dalam mengeset resolusi, yang harus diperhatikan adalah kompatibilitas resolusi yang didukung oleh VGA Card dan monitor yang dimiliki. Pemilihan resolusi yang didukung oleh kartu VGA namun tidak didukung oleh monitor yang dimiliki akan menyebabkan monitor tidak menampilkan gambar dengan sempurna.

4)      Tampilan pada monitor tampak buram

Masalah lain adalah tampilan pada monitor tampak buram dan kontras warna tidak bisa diatur secara maksimal. Hal itu cukup mengganggu meskipun secara umum computer bekerja dengan baik dan tidak banyak gangguan. Permasalahan ini sering terjadi pada monitor yang berusia lebih dari 3 tahun. Untuk mengatasi masalah tersebut, karena berhubungan dengan komponen-komponen elektronika, didalam monitor maka akan lebih baik jika harus berkonsultasi langsung dengan ahlinya. Untuk tidak perlu dilakukan analisa, penyebab dari permasalahan tersebut. Monitor dalam pemakaian lama, akan mengalami pergeseran warna alami menjadi kebiru-biruan, kemerahan, kekuning-kuningan atau kehijauan. Apabila setelan nomor muncul warna tidak alami kemungkinan besar sumber masalahnya adalah pada sirkuit driver video yang berada di dalam monitor. Sirkuit driver ini memiliki 3 jalur warna utama yaitu merah, biru dan hijau.Untuk mengetesnya lakukan dengan menggunakan oscilloscope.Gambar di layar tampak kuyu dengan kontras warna yang tidak bisa diatur secara maksimal.Masalahnya di sebabkan oleh fosfor pada tabung katoda, yang berfungsi untuk memancarkan pendaran warna hasil tembakau sinar electron yang berenergi tinggi. Untuk mengatasinya hal tersebut dapat dilakukan hanya dengan mengganti tabung katoda monitor. Apabila warna monitor yang berganti sendiri ketika monitor dinyalakan dalam jangka waktu lama, besar kemungkinan diakibatkan pada sirkuit video ampfitier. Untuk memperbaikinya harus membuka kasingnya, lalu mengencangkan sambungan antara board video amplifier dengan board raster.

5)      Monitor seperti berkedip saat digunakan

Pada saat computer sedang aktif digunaka, monitor sering berkedip. Kemungkinan yang pertama adalah disebabkan karena frekuensi gambar pada gambar terlalu rendah. Hal tersebut bisa saja terjadi karena ada masalah dengan setting refresh rate pada computer. Refresh rate merupakan kemampuan maksimal yang dilakukan unruk menampilkan frame dalam satu detik. Pengaturan refresh rate yang tepat akan memberikan kenyamanan pada mata yang menggunakannya. Monitor yang memiliki refresh rate kecil, akan membuat monitor seperti bergerak dan tidak stabil. Untuk mengatur refresh rate, gunakan display properties. Pada tab setting, klik button advanced lalu akan muncul seperti gambar dibawah ini dan pilih tab monitor. Pada tab tersebut akanditampilkan pilihan refresh rate yang diinginkan. Cobalah beberapa refresh rate tersebut untuk mendapatkan pilihan terbaik pada monitor.

6)      Bercak kebiru-biruan pada sudut monitor

Pada salah satu atau beberapa sudut monitor, muncul bercak tidak berwarna atau warna kebiru-biruan yang cukup mengganggu penampilan. Masalah ini sering disebabkan karena adanya medan magnet yang dihasilkan dari beberapa piranti elektronik tersebut. Untuk menghilangkannya cobalah untuk memakai fitur degaussing yang ada pada menu control monitor. Atau dengan menggunakan magnet yang didekatkan disudut-sudut monitor supaya warna kembali normal.

7)      Tampilan tiba-tiba Rusak dan Komputer Hang

Setelah beberapa lama computer hidup tiba-tiba muncul titik-titik atau pixel berwarna pada monitor yang pada akhirnya menyebabkan computer crash dan hang. Solusi permasalahan seperti diatas, biasanya berkaitan dengan masalah suhu baik pada computer secara umum atau secara khusus pada graphics card. Apalagi jika menggunakan graphics card modern yang  biasanya lebih cepat panas. Untuk mengatasi masalah tersebut lakukan upaya pendinginan secara maksimal.Kemudian periksa fungsi-fungsi kipas pada computer, apakah masih berjalan normal. Jika perlu pindahkan card-card yang lain ke slot yang agak berjauhan dengan slot graphics card agar dapat memberika sirkulasi udara yang cukup.

 

CARA KERJA MONITOR

1. Cara Kerja Monitor CRT

Tabung sinar katoda (bahasa Inggris: cathode ray tube atau CRT), ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi dan osiloskop. CRT dikembangkan dari hasil kerja Philo Farnsworth yang dipakai dalam seluruh pesawat televisi sampai akhir abad 20 dan merupakan dasar perkembangan dari layar plasma, LCD dan bentuk teknologi TV lainnya. Versi paling awal CRT adalah sebuah dioda katoda dingin, sebuah modifikasi dari tabung Crookes (sinar-X) dengan layar dilapisi fosfor, kadang kala dipanggil tabung Braun. Versi pertama yang menggunakan kathoda panas dikembangkan oleh J.B. Johnson (yang merupakan asal istilah noise Johnson) dan H.W. Weinhart dari Western Electric dan menjadi produk komersial pada 1922. Sinar katoda adalah aliran elektron kecepatan tinggi yang dipancarkan dari katoda yang dipanaskan dari sebuah tabung vakum. Dalam tabung sinar katoda, elektron-elektron secara hati-hati diarahkan menjadi pancaran, dan pancaran ini di defleksi oleh medan magnetik untuk men-scan permukaan di ujung pandan (anode), yang sebaris dengan bahan berfosfor (biasanya berdasar atas logam transisi). Ketika elektron menyentuh material pada layar ini, maka elektron akan menyebabkan timbulnya cahaya. Untuk lebih jelasnya kita bisa melihat pada salah satu contoh gambar berikut :

Cara kerjanya adalah mula mula katoda tabung dipanaskan oleh pin heater (sekitar 6VAC) hingga elektron mudah ditembakkan, elektron ini diarahkan oleh magnetik D-Y yoke ke arah permukaan tabung yang dilapisi oleh fosfor (RGB: Red Green Blue). Elektron-elektron ini akan ditembakkan sesuai dengan input pada kaki-kaki katoda. Tabung gambar dalam hal ini yang berhubungan langsung dengan bagian ini adalah IC Video Amp / Transistor penguat akhir pada PCB CRT. Apabila lapisan katoda dipanasi, maka permukaan katoda akan dengan mudah melepaskan electron-elektronnya (atom yang bermuatan negatif ) dalam teori listrik yang bisa berpindah atau bergerak adalah elektron.

Bagian Electron Guns akan menembakkan elektron sesuai inputan dan apabila Elektron ini bertabrakan dengan lapisan fosfor yang berada dibagian depan CRT (screen) Fosfor yang tertembak elektron akan berpendar maka dapat melihat warna di depan TV tabung. Elektron-elektron ini tentu saja tidak asal-asalan ditembakkan begitu saja namun terlebih dahulu didefleksikan oleh Deflection yoke. Secara teori, CRT dan LCD memiliki perbedaan di mana CRT menggunakan elektron yang ditembakkan ke layar sehingga mewarnai menjadi suatu gambar. LCD memiliki cahaya di belakang yang konstan di mana intensitas kecerahan menjadi berbeda karena adanya penutupan/penghalangan dari molekul untuk sinar yang melewati panel.

2. Cara Kerja Monitor LCD

LCD juga menggunakan tiga jenis layar fosfor dan sebuah lapisan celah yang berbeda. Lapisan celah yang ditempatkan didepan layar fosfor ini ada tiga jenis, yaitu dot mask, grille mask dan slit mask. Dot flat dibuat dari lembaran khusus, inver-steel dan dibentuk melengkung seperti layar bagian dalam. Lobang-lobang yang dilalui electron pada dot-mask berbentuk titik-titik bulat dimana dot-pitch dihitung dari jarak antar titik.

Grille mask terdiri dari kabel vertical tipis yang ditegangkan. Ciri dari lapisan celah tipe ini adalah adanya dua kabel yang ditempatkan secara horinzontal. Tujuannya untuk menjaga kabel vertical agar tidak bergelombang akibat vibrasi yang dapat membuat gambar terdistrosi.

 Keuntungan dari grille mask adalah tampilan kontras focus yang lebih baik. Karena adanya fosfor yang bercahaya, energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan efek terang lebih sedikit. Akibatnya setiap pixel fosfor teradiasi lebih sedikit sehingga tampilan kontrasnya menjadi lebih baik. Perpaduan antara kerja dot mask dan grille mask adalah slit mask.

Sebuah sumber sinar flourescent, atau backlight, merupakan lapisan paling bawah. Sinar ini akan melewati filter pertama dari dua filter pengatur (polarizing). Sinar yang telah terpolarisasi kemudian melewati sebuah lapisan yang berisi ribuan bintik kristal cair yang dijajarkan pada sebuah kontainer kecil yang dinamakan cell. Setiap sel, juga dijajarkan membentuk barisan pada layar, satu cell atau lebih akan membentuk satu pixel (ukuran titik terkecil pada sebuah layar). Sumber elektrik di sekeliling LCD membentuk sebuah medan elektrik yang akan menggetarkan molekul kristal, kemudian mengatur sinar yang akan lewat pada lapisan kedua berupa filter yang terpolarisasi dan melewatinya. Pada sebuah layar LCD monokrom, seperti pada sebuah PalmPilot atau jam tangan digital. Tetapi pada LCD berwarna, seperti pada PC laptop, cara kerjanya lebih kompleks. Pada sebuah panel LCD berwarna, setiap pixel terdiri atas tiga buah cell kristal cair. Setiap ketiga cell tersebut memiliki filter merah, hijau, atau biru (red-green-blue/RGB). Sinar yang melewati cell yang terfilter tersebut akan menciptakan warna yang dilihat pada LCD. Kadang-kadang sistem yang mengirimkan arus listrik pada satu cell atau lebih tidak berjalan dengan baik, kejadian tersebut menimbulkan adanya pixel yang gelap dan rusak.Hampir semua LCD berwarna modern sebagai layar laptop atau monitor desktop menggunakan sebuah transistor film yang tipis (thin-film transistor/TFT), yang dikenal sebagai active matrix, untuk menghidupkan setiap cell. LCD TFT menciptakan citra yang lebih jelas, jernih dan terang.

Teknologi LCD terdahulu sangat lambat, kurang efisien, dan kontrasnya sangat rendah. Teknologi matriks terdahulu, passive-matrix, mampu menampilkan teks yang jelas tetapi meninggalkan bayangan jika tampilan berubah dalam waktu cepat, sehingga tidak optimal untuk video.Saat ini, sebagian besar palmtop hitam-putih, pager, dan telepon seluler menggunakan LCD passive-matrix.Karena LCD mengatur setiap pixel secara terpisah, mereka mampu menampilkan teks yang lebih jelas dibanding CRT, yang saat dipusatkan dengan tidak benar, akan mengaburkan pixel yang dituju (yang menggambarkan citra di layar). Tetapi kontras LCD yang tinggi dapat menyebabkan masalah terutama jika hendak menampilkan citra grafis. LCD akan melembutkan pinggiran dari citra grafis, seperti halnya pada teks, dan walau hal itu membuat teks tidak terbaca pada resolusi tinggi, pelembutan (softening) dapat mencampurkan dan menutupi gerigi, contohnya pada foto, yang hasilnya lebih baik dibanding tampilan LCD. Dan juga LCD hanya memiliki satu resolusi natural, yaitu terbatas pada jumlah pixel yang dipasang pada layar. Bila ingin menaikkan resolusinya, misalnya dari 800×600 menjadi 1024×768, untuk layar LCD harus mengemulasikannya menggunakan software, yang hanya dapat bekerja pada resolusi tertentu. Seperti CRT, LCD untuk desktop juga dibuat untuk menerima sinyal analog yang berbentuk gelombang, berlainan dengan bentuk pulsa biner pada sinyal digital dari PC. Ini disebabkan sebagian besar kartu grafis yang beredar saat ini masih menkonversikan informasi visual dari bentuk digitalnya menjadi analog sebelum menampilkannya di layar. Tetapi LCD memproses informasi tersebut secara digital, sehingga bila data analog dari kartu grafis standar mencapai monitor LCD, monitor tersebut perlu untuk mengkonversi kembali menjadi sebuah bentuk digital. Semuanya itu dapat menyebabkan goyangan atau bayangan pada layar. LCD digital terbaru menggunakan kartu grafis khusus yang dilengkapi konektor digital untuk menjaga kejernihan tampilannya.

3. Cara Kerja Monitor LED (Light Emitting Diode)

LED menggunakan cahaya pancaran diode (light emitting diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED menggunakan diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna hitam akan menjadi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic dibandingkan televisi LCD.

4. Cara kerja Monitor Plasma

Tampilan plasma diciptakan di Universitas Illinois oleh Donald L. Bitzer dan H. Gene Slottow pada 1964 untuk Sistem Komputer Plato. Panel monochrome orisinal (biasanya oranye atau hijau) menikmati penggunaan yang bertambah pada awal 1970-an karena tampilan ini kuat dan tidak membutuhkan sirkuit memori dan penyegaran. Namun diikuti oleh kurangnya penjualan yang dikarenakan perkembangan semikonduktor memori membuat tampilan CRT sangat murah pada akhir 1970-an. Dimulai dari disertai PhD Larry Weber dari Universitas Illinois pada 1975 yang berhasil membuat tampilan plasma berwarna, dan akhirnya berhasil mencapai tujuan tersebut pada 1995. Sekarang ini sangat terangnya dan sudut pandang lebar dari panel berwarna plasma telah menyebabkan tampilan ini kembali mendapatkan kepopulerannya.

Penulis: Hardi Kristawan

Add / Follow me at Social Media : Facebook : Hardi Kristawan Twitter : @belumbernama E-mail : wayanhardi@gmail.com G+ : Hardi Kristawan Kontak Person : I Wayan Hardi Kristawan Br. Bengkel Kawan, Kediri, Tabanan, Bali 083117968626 PT. Iforte Solusi Infotek STIKI Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s