Hardi Wyn

What You See Is What You Get #sharing itu Indah

Keindahan Gunung Bromo

Tinggalkan komentar

Gunung Bromo, sebuah gunung yang terletak di antara Kabupaten Malang, Probolinggo dan Pasuruan, Gunung Bromo ini mempunyai tinggi sekitar 2.350M dari permukaan laut, Gunung  Bromo yang juga berada di kaki Gunung Semeru ini adalah gunung yang masih aktif. Gunung Bromo mempunyai bentuk yang unik, kerucut, hampir sama dengan gambar gunung yang di buat anak kecil, karena bentuknya itulah Gunung Bromo sangat menarik perhatian masyarakat untuk mengunjunginya. Gunung Bromo mempunyai kawah yang unik juga, kawah yang berbentuk nyaris seperti lingkaran ber diameter sekitar 700M ini menambah keindahan Gunung Bromo, selain itu ketinggian Gunung Bromo yang relatif rendah untuk ukuran gunung membuat menuju lokasi puncak Gunung Bromo relatif mudah.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.

Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Suku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun mengetahui Gunung Bromo itu berbahaya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.

Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa. Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.

Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki Gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit (sunrise).

Pananjakan. Melihat panorama alam Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru dan melihat matahari terbit (sunrise).

Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki yang menuju Gunung Semeru (3.676 m. dpl).

Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

Cara pencapaian lokasi:

  • Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km.
  • Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km, dan Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km. Jika anda suka dengan pemandangan indah, saya merekomendasikan Anda untuk lewat jalur ini. Akan tetapi Anda harus harus hati-hati karena jalanannya bukan aspal.
  • Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km. Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Mahameru sekitar 13 jam.

Sumber:
http://www.prlog.org/10378652-bromo-gunung-bromo-keindahan-tak-terlukiskan.html
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bromo.htm

Penulis: Hardi Kristawan

Add / Follow me at Social Media : Facebook : Hardi Kristawan Twitter : @belumbernama E-mail : wayanhardi@gmail.com G+ : Hardi Kristawan Kontak Person : I Wayan Hardi Kristawan Br. Bengkel Kawan, Kediri, Tabanan, Bali 083117968626 PT. Iforte Solusi Infotek STIKI Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s